Pelepah

Pelepah

Kita sekadar pelepah
menanti masa
luruh atau kekal di atas
sebatang pohon kelapa
musim-musim menyemai, menuai,
hanyalah seketika
& pusaran alam terus merembat
pelepah tua, muda.

Ketika pelepah itu gugur
kita tertegun, berhiba,
belum pun lama mengakar
luruh satu-satu pelepahnya
& kita teringat pohon yang kita kenal
tempat permainan, masa-masa membesar,
yang tertinggal hanyalah kenangan
pelepah & pohon permai
makna kasih, sayang,
& kesementaraan.

Gugur sebatang pelepah, pohon,
pernah menghiasi, memberi, melindung,
yang dibawa hanyalah
benih-benih ikhlas
tumbuh & ranum di taman kekal.

Ditulis: 31 Oktober – 9 November 2010
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s