Terlupa

Terlupa

Kita selalu terlupa
di sini pernah bertaut kasih
dalam getir, dalam gusar,
atau riang dalam waktu-waktu santai
tanpa kata-kata iklan
persembahan kaku & pesta pora
kerana perhubungan semula jadi
berpangkalkan hati
minda & nurani yang saling mengerti.

Akar kita lama di sini
rimbun dalam apa pun cuaca
walau ada pohon tumbang sebelum masa
setelah suasana kita bertukar
setelah kehidupan kita berubah
setelah kampung-kampung roboh
setelah laut-laut menjauh
& sekitaran yang kita terbiasa,
muhibah & mesra-alam
lenyap atau dikonkritkan keadaan
& kita tercari-cari
ruang legar
keikhlasan
keterbukaan
kebersamaan
pada sebuah kenangan & masa hadapan.

Sebutir benih menjadi pulau
tanpa keikhlasan, kebersamaan,
hanyalah bongkah tanah yang dihias.

Ditulis: 7 – 23 Mei 2011
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s