Demi Ketenangan Kita

thAGHVUT0XthELSFSB30thU1EVC1GD

Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, reda dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan daripada-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia daripada seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahawa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan dia menggantungkan setiap permasalahannya kepada Rabbnya, maka dia akan mendapat pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan daripada Allah.

Syahadan, ketika Nabi Ibrahim a.s. dilempar ke dalam kobaran api, beliau mengucapkan, “Hasbunallah wa nikmal wakil”, maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Nabi Ibrahim a.s. pun tidak terbakar.

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatan sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabbnya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Kerana, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cubaan?

Jadikanlah “Hasbunallah wa nikmal wakil” syiar dan semboyan yang selalu menyelimuti langkah hidup anda. Jika harta anda sedikit, hutang anda banyak, sumber penghidupan anda kering, dan mata pencarian anda terhenti, mengadulah kepada Rabbmu seraya mengucapkan , “Hasbunallah wa nikmal wakil.”

Jika anda takut kepada seorang musuh, cemas terhadap perlakuan orang zalim, atau khuatir dengan suatu bencana, maka ucapkanlah dengan tulus kalimah ini: “Hasbunallah wa nikmal wakil.”

“Dan, cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong” – Surah al-Furqan: Ayat 31.

Petikan daripada Jangan Bersedih (La Tahzan) tulisan Dr Aidh Al-Qarni.

Advertisements

2 thoughts on “Demi Ketenangan Kita

    • Memang ini selalu menyedihkan kita tetapi jika menyayangi orang-orang yang telah berpulang ke rahmatullah, kita ‘hidupi’ mereka dengan memenuhi kehidupan kita dengan sebaik-baiknya. Dengan cara ini, selain berdoa dan menghadiahkan amalan tertentu, mereka yang kita kasihi ini tetap ‘hidup’ selamanya, di dalam hati kita. Mereka sekadar berpindah ke alam lain – kasih sayang kita tidak pernah berkurangan, malah bertambah setelah mereka tiada. Tabahlah menghadapi ini semua – jangan berputus harap terhadap rahmat Allah atau kurang tenang kerana dugaan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s