Sajak ‘Akhirnya (ii)’

Hari ini genap 10 tahun tragedi menimpa kita – Tsunami Lautan Hindi, yang meragut ribuan nyawa dan menjadikan ramai penduduk kehilangan tempat tinggal. Semoga ingatan kita kepada tragedi ini akan membuhulkan niat kita untuk saling bekerjasama dan membantu satu sama lain demi kebaikan semua warga dunia terutamanya bagi negara dan penduduk yang dilanda ombak perkasa tsunami.

Akhirnya (ii)

Akhirnya yang tersisa hanyalah keterbatasan
hidup nan rapuh & dahsyatnya alam
plat-plat yang bertembung di dasar
memuntahkan gempa & raksasanya gelombang
menghancurkan ribuan nyawa, prasarana,
bagai dendam lama, 40 tahun terpendam
& kita terlalu terkejut, menginsafi kedaifan.

Akhirnya yang tertinggal hanyalah persaudaraan
sesiapa pun yang dihancuri bencana, apa pun
bangsa, negara, ideologi, atau agamanya
kerana dalam sesaat:
setitik air bertukar bencana
setitik air merubah bahagia
& jutaan air mata mengharui kegamaman kata.

Akhirnya yang ada hanyalah kemanusiaan
merentasi bencana, perbezaan, permusuhan,
sepercik bunga api yang harus terus bersinar
disumbui keihsanan kita & rahmat Tuhan.

Ditulis: 26-29 Disember 2004
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s