Sajak : Hanyut

th (7)th (3)

Hanyut

Air setitik
tiadakan menandingi
samudera yang meliputi Bumi:
dakwat-dakwat kehidupan
pohon-pohon sebagai kalam
hanya sebaris menyurat
rahmat-Mu yang Maha Luas.

Kalau bukan Kau paksiku
ke manakah harus kutuju –
dalam segala keterbatasanku
dalam dosa-dosa membelenggu
aku terpinggir, terpinar,
jalan-Mu yang beraspal, tenang,
semberaniku ke titik awal.

Hanya air setitik
mampukah merenung ombak
menghitung arus
menyelam khazanah
hidup-hidupan nan sementara
& bila-bila boleh bertukar
angin liar
ombak menggila
laut tercemar
tsunami merajalela
sedang perahuku tidak sempurna,
bakal karam, hanyut,
mengharungi segala.

Aku hanya musafir, Tuhanku,
sering tersadung langkah
sering dijebak fatamorgana
sedang kafilah-Mu berkecapi
sayup, di kejauhan
mentamsilkan kembara
dari dunia hingga ke jannah.

Dalam hulur tarik kehidupanku
biarlah perahuku hanyut
hanya di sisi-Mu.

Ditulis: 10 – 16 Mac 2015
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

4 thoughts on “Sajak : Hanyut

    • Hi Lalita,
      Glad to hear from you. My yahoo account was hacked in 2013 n I lost a number of my contacts. Will get in touch with you asap. Take care, kawan.

  1. Yes, it is such a unique and humane way of expressing thanks to others. Will get in touch with you soon. Selamat malam, Lalita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s