Sajak: Pintalah Sekadar Garam

21

Pintalah sekadar garam, wahai hati,
kepada Dia yang abadi
pintu-Nya sentiasa terbuka
rahmat-Nya melebihi kemurkaan-Nya
cinta-Nya meliputi segala
biar bertalu-talu
biar zaman berzaman berlalu
Dia tidak pernah jemu
mendengar, memenuhi,
hasrat sebesar mayapada
sekecil garam, zarah.

Pintalah sekadar garam, wahai hati,
Dia pelengkap rasa
perisa yang tiadakan fana
sedang cita rasa manusia marah, benci,
apabila diminta berkali-kali
tetapi Dia menyuruh kita meminta
sebanyaknya, berulang kali,
sepanjang hayat ini
& mendidik kita
makna meminta
menjadi hamba
kepada Zat yang sentiasa menerima
tanpa sekali-kali Dia
marah
bosan
kecewa
apabila berulang kita meminta
hanya kepada-Nya.

Ditulis: 25 – 26 Oktober 2015
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

8 thoughts on “Sajak: Pintalah Sekadar Garam

  1. Bilamana baca Sajak “Garam” teringat UCU,
    Bila Makan Garam/Gula belum tentu terasa masin/manis nya.
    Nikmat Allah yang beri rasanya.

    • Betul, Sham, apa yang dikatakan Ucu. Nikmat yg diberi Allah tak terhingga dan tidak putus Dia mendengar dan memenuhi permintaan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s