Sajak: Alkisah

Kerana esok hanya menjanjikan kehilangan,
kita pun berpaut kepada semalam, terapung
bersama jerami-jerami waktu, yang bakal
menghanyutkan masa kini & masa depan.
Terlalu ghairah menjaga, pusaka ini
tidak pernah kita nilai, & terlupa menyoal,
betapa tiba-tiba timbul si penglipur lara,
mengajar kita bahasa ketawa & alpa,
sedang hikayat kita belum pernah selesai.

Pentas ini pernah dihidupi seorang Fansuri,
ahli-ahli falsafah, sarjana, ahli seni,
apakah dengan adegan-adegan longgar &
watak-watak lemah,
bakal kita teguhkan sebuah tragedi?

Ditulis: 19 Oktober 1982
Panggung Victoria, Singapura – Kent Ridge, NUS, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s