Dua Kuntum Sajak: ‘Sepercik Tiada’ dan ‘Lupakan’

Sepercik Tiada

Tiada sepercik bunga api
keihsanan
menyalai hati
mengguris nurani
tika rusuhan menggelegak
pembunuhan, keserakahan, pelarian
& orang-orang semakin terpinggir
dimangsai, diperlekeh
dipetakai si perkasa
berbaju seperti Siddhartha*
tanpa secalit kemanusiaan Sang Pengasas
mendepani daerah Rakhine, Rohingya.

Tiada sepercik pun satyagraha*
yang menyuluhi Gandhi, Martin Luther King
konon melandasi perjuangannya
setelah penahanan di rumah
setelah Freedom From Fear
setelah Hadiah Keamanan dirangkulnya
& dijulang wirawati bangsa
kemudian bertakhta sebagai kaunselor negara
diakah semakin alpa
sesungguhnya mereka bukan warga
sekadar pendatang haram berkurun lama
& berita-berita palsu belaka
negaranya aman, terbuka
sedang yang berkesumat di hati, jiwa
tiada bertepi
untuk si Rohingya alias Benggali.

Keihsanan itu tidak berbangsa
berwarna, bernegara, beragama
atau diakah semakin tega
tika insan-insan diporak-peranda
dimangsai, dipinggir
atau semakin tuli
pada jeritan si lemah
suara-suara kemanusiaan
yang dicarik, dikelar
mengaibkan Siddhartha*
menjungkarbalikkan satyagraha*.

*Siddhartha – nama asal Gautama Buddha
*Satyagraha – penentangan tanpa menggunakan kekerasan (nonviolent resistance)

Ditulis: 27 November – 5 Disember 2016
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Lupakan

Lupakan perjanjian purba:
‘Raja yang adil raja di sembah
Raja yang zalim raja disanggah’
yang memerintah, yang diperintah
terikat temali amanah
tanggungjawab
adab
pada tanah air & penghuninya.

Lupakan Sejarah Melayu
lupakan Tajus Salatin
lupakan para pejuang, pemikir
Syed Sheikh al-Hadi, Za’ba
Burhanuddin al-Helmy, Ibu Zain
S.H. Alatas, Ungku Aziz
& ramai yang sebelum, sesudah mereka
biar tohor minda
biar dangkal nurani
biar kejang tindakan
angguk-angguk membius
senyap berleluasa
mulut disuap pisang, mitos
& alpa selamanya.

Dan lanun-lanun dinobat
penjaga perairan
penjaga kedaulatan
penjaga maruah
muflis & rasuah
menuba segala.

Ditulis: 30 November – 5 Disember 2016
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s