2 Kuntum Puisi: ‘Penjual Jam Loceng’ dan ‘Kisah Daun Keladi’

Penjual Jam Loceng
 
Tiba-tiba muncul penjual jam loceng
awal pagi, suatu Jumaat
berlegar-legar di koridorku
‘Jam loceng, jam loceng, mahu beli, cik?’
aku terkejut, terlalu sibuk
& ingin segera bertugas.

Tanpa berkata, aku hanya memandang
wajah cerah berkaca mata, tubuhnya gempal
belum pernah penjual datang sepagi ini
apalagi menjual jam loceng
benarkah dia seorang penjual
atau sekadar pengingat
yang datang tiba-tiba
adalah isyarat
dari cembul waktu terhad?

Ditulis: 23 November 2000
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Kisah Daun Keladi

Yang mengalir daripada jiwa
sukar digomoli pura-pura
mengalirlah semahunya
dari daun, batang, ke akar tunjangnya.

Tapi semurni mana pun air itu
kalau disiram ke daun-daunmu
tiada yang akan berbekas
bak gerimis di padang pasir
secepatnya diserap, menghilang,
& daun-daun itu pun melebar
berbunga, bergoyang,
tanpa setitis pun air jiwa itu
meresap ke akar.

Ditulis: 8 – 9 Ogos 2006
Bedok, Singapura
Tulisan: Rasiah Halil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s